RANDUGEDE BONSAI EXPO, INOVASI ALTERNATIF EKONOMI KREATIF

Bertempat di Randugede Hidden Paradise diadakan bonsai expo mulai tanggal 13 – 19 Oktober 2021. Kurang lebih 100 peserta mengikuti ajang ini yang berasal dari wilayah Magetan dan sekitarnya, dengan bonsai unggulannya merupakan jenis tanaman endemik lokal, selain beberapa jenis tanaman dari luar.

Bonsai sendiri merupakan tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah.

Adapun tujuan dari bonsai expo ini, dituturkan Herman, selaku ketua panitia, adalah untuk memberikan semangat dan edukasi kepada penggemar bonsai maupun masyarakat bagaimana cara bonsai yang baik dan benar, sehingga selain bisa dijadikan hobi yang dapat dinikmati bonsai juga dapat dimaksimalkan sebagai salah satu alternatif ekonomi kreatif yang bisa memberikan income.

Wakil Bupati Magetan, Ibu Hj. Nanik Sumantri, M.Pd, turut hadir dan membuka expo bonsai tersebut. Dalam sambutanya, beliau berharap agar acara tersebut bisa berjalan dengan lancar dan sukses dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan tentunya. Bonsai expo ini tentunya sejalan dengan potensi yang ada di Kabupaten Magetan, dimana sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang bisa menjadi penunjang.

Dalam bonsai expo kali ini, ada tiga kategori yang dikompetisikan, yakni kategori bonsai prospek, bonsai semi jadi dan bonsai jadi.

(Prokopim/ahm/dkp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *