BUPATI MAGETAN MENERIMA KUNJUNGAN WAKIL KEPALA BGN BIDANG KOMUNIKASI PUBLIK DAN INVESTIGASI.
Sahabat prokopim,
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional(BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang/Nanik S. Deyang melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Magetan pada Selasa (26/05). Kunjungan ini dalam rangka Sinergi Ekonomi Kerakyatan (Strategi Pemberdayaan Peternakan dan Usaha Mikro Dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis).
Wakil Kepala BGN tiba di Pendopo Surya Graha dan disambut oleh Bupati Magetan serta jajaran Forkopimda Magetan, Kemudian Wakil Kepala BGN beserta Bunda Nanik dan rombongan Melanjutkan perjalanan untuk meninjau Pasar Kecamatan Plaosan untuk melihat ketersediaan Bahan Pasokan Sayuran di Kabupaten Magetan.
Kemudian Wakil Kepala BGN beserta Bupati Magetan bergeser menuju Kebun Refugia Kec. Plaosan Kab. Magetan, untuk meninjau UMKM, dilanjutkan acara Sinergi Ekonomi Kerakyatan : Strategi Pemberdayaan Peternakan dan Usaha Mikro Dalam Mendukung Program MBG.
Dalam acara tersebut Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana melaporkan BGN adalah Lembaga Baru di pemerintahan Republik Indonesia yang mengelola anggaran pemerintah sangat besar, jadi untuk melaksanakan amanah dari pemerintah pusat tersebut, BGN bekerja tanpa henti dalam mengelolanya agar program MBG dapat terealisasi sesuai instruksi dari pusat.
“penguatan dari BGN dalam upaya percepatan gizi masyarakat melalui Program MBG terutama diperuntukkan bagi pelajar, ibu hamil dan ibu menyusui, Acara Sinergi Ekonomi Kerakyatan yang dilaksanakan juga bertujuan membangun sinergi antara program pemerintah yaitu MBG dengan para peternak, petani dan UMKM di setiap wilayah termasuk di Kabupaten Magetan”, lapornya
Dalam acara yang sama Bupati Magetan Bunda Nanik menyampaikan Ucapan selamat datang di Kabupaten Magetan kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Ibu Nanik Sudaryati Deyang beserta jajaran. Magetan merupakan kabupaten terkecil di Jawa Timur, luasnya hanya 688,85 Km² kalau ditempuh dari ujung ke ujung bisa dicapai kurang dari 1 jam perjalanan.
“Kami pastikan Pemerintah Kabupaten Magetan mendukung penuh program MBG ini, Satgas Pangan selalu bersinergi dengan perwakilan BGN di Kabupaten Magetan, saat ini kami juga sudah menyedikan 1 gedung yang strategis tepatnya di utara Alun-alun Magetan untuk bisa dipinjamkan sebagai kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) sekaligus menjadi sekretariat Satgas MBG Kabupaten Magetan sehingga masyarakat tidak lagi kebingungan untuk mendapatkan informasi tentang program MBG di Kabupaten Magetan”, ujar Bunda Nanik
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang/Nanik S. Deyang dalam arahannya menyampaikan Program nasional MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi anak, melainkan instrumen strategis untuk membangkitkan perekonomian masyarakat bawah.
Larangan Monopoli dan Kewajiban Kemitraan Lokal, diantaranya :
– Melarang Monopoli Vendor Besar, Mitra dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang keras memonopoli pasokan bahan pangan atau hanya memberikan kesempatan kepada pengusaha bermodal besar.
– Wajib Libatkan Ekosistem Sekitar, Setiap dapur pelayanan gizi wajib menyerap produk dari peternak ayam (pedaging/petelur) lokal, petani kecil, koperasi, hingga kantin sekolah di wilayah sekitar.
– Mempermudah Jalur Administrasi bagi Usaha Mikro
– Menghentikan Produk Pabrikan Besar
– Hilirisasi Anggaran Menuju Desa (Multiplier Effect) dengan Perputaran Uang di Daerah, Melalui skema pemenuhan bahan baku lokal ini, anggaran MBG diharapkan langsung berputar di tingkat desa, memangkas biaya logistik yang panjang, dan menjamin kepastian pasar (pasar siaga) bagi para peternak serta petani kecil.
– Integrasi Ketahanan Pangan Nasional Pembangunan Infrastruktur Ternak, Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan daging ayam dan telur ayam harian, BGN bersama lembaga terkait melakukan langkah terintegrasi guna membangun ekosistem peternakan yang kuat di seluruh wilayah Indonesia.
– Menginstruksikan kepada Kepala SPPG menggunakan produk dan bahan-bahan untuk produksi dalam MBG dari hasil dari petani, peternak, dan UMKM dari Kabupaten Magetan.
Acara dilanjutkan dengan Penandatanganan MOU/Nota Kesepahaman oleh Yayasan, UMKM, Bundes, KDKMP, Peternak dan Petani dan meninjau Lokasi Peternakan (Sambil Berdialog Menjelaskan Seputar Kegiatan Peternakan Terkait Produksi dan Supply Pangan).
(Prokopim/adm/bee)
