Rakor Penanganan Konflik Sosial dan Kewaspadaan Dini .

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Magetan menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dan Kewaspadaan Dini dalam rangka menciptakan situasi kondusif di Kabupaten Magetan, bertempat di Ruang Rapat Ki Mageti Setdakab Magetan, Rabu (28/04).
.
Kepala Bakesbangpol Magetan, Chanif Tri Wahyudi, dalam laporannya menyampaikan penyelenggaraan rakor terpadu ini dalam rangka menciptakan situasi kondusif dan diperlukan sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat di Kabupaten Magetan.
.
Acara dihadiri oleh Bupati Magetan, Wakil Bupati Magetan, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Ketua DPRD Magetan, Forkopimda, Anggota terpadu Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Sosial, serta OPD terkait.
.
Dandim 0804 Magetan Letkol Inf. Ismulyono Tri Widodo, S.IP. dalam paparannya menyampaikan bahwa situasi yang berkembang saat ini terkait terorisme/radikal, peredaran narkoba, dan perkembangan IT/hoax. Dengan deteksi dini dan cegah dini, sesuai pedoman UU ITE dan ketentuan yang berlaku di masyarakat, beri pemahaman tentang pemicu konflik sosial kepada masyarakat, jangan terprovokasi isu dan info tidak jelas berita dan sumbernya, bijak dalam menyikapi kebijakan pemerintah, berkomunikasi melalui media sosial dengan santun, pendekatan kepada Toga, Tomas dan Todat untuk bersama menjaga keamanan.
.
Sementara Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, S.I.K menyampaikan perkembangan situasi Kamtibmas dan antisipasi potensi konflik sosial di berbagai bidang, seperti permasalahan, prediksi dan rekomendasi dari bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan.
.
Bupati Suprawoto dalam arahannya menyampaikan penekanan konflik di media sosial ada hukumnya, dunia maya justru dampak nya lebih berat, secara sosial maupun hukum, sehingga perlunya penyadaran bagi semua. Dimana peradaban manusia di Indonesia ada bersamaan, yakni peradaban masyarakat informasi teknologi, masyarakat industri dan masyarakat pertanian. Sehingga media sosial benar-benar membentuk value edit bagi semua. ” Kita harus arif menyikapi media sosial, jangan mudah terpancing berita hoax” terang Bupati Suprawoto
.
Untuk konflik sosial perguruan, sebagai pemerintah tidak memihak siapapun, harus melindungi semua masyarakat. ” Ini harus jadi pegangan, semua pihak harus memayungi semua, tidak boleh memihak siapapun” tutup Bupati Suprawoto.
(Prokopim/edh/dok.ahm/KD1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *