WABUP HADIRI RAKOR PENGENDALIAN INFLASI BERSAMA FORKOPIMDA JAWA TIMUR


Mengawali sambutannya dengan mengutip ayat Al Furqon ayat 20 yang menganjurkan untuk berjalan-jalan di pasar, Gubernur Khofifah menyiratkan melalui ayat tersebut untuk Bupati/Walikota turun langsung ke pasar-pasar dan meninjau langsung dinamika harga kebutuhan pangan di masyarakat.

Bukan tanpa alasan Gubernur mengutip ayat tersebut dalam Rakor Pengendalian Inflasi bersama Forkopimda Jawa Timur hari ini, Senin (20/2) di JW Marriott Hotel, Surabaya. Hal tersebut dikarenakan mendekati bulan Ramadhan tahun ini ditengah bayang-bayang inflasi di Jawa Timur, ketersediaan bahan pangan penyebab inflasi seperti cabai dan beras haruslah terjamin.

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiawan mengungkapkan jika capaian inflasi di Januari 2023, lebih rendah dibanding Desember 2022 maupun Januari tahun sebelumnya yang ini merupakan modal awal yang baik.

“Dengan modal awal yang baik, peluang capaian inflasi tahun 2023 dibawah tahun 2022 bukan sesuatu yang mustahil, asalkan kita dapat memanfaatkan momentum tersebut,” terang Hendra.

Guna terus menekan laju inflasi, Gubernur memberikan beberapa solusi untuk pengendaliannya, meliputi;

  1. Pemprov, Pemkab dan Pemkot se Jawa Timur bersama Satgas Pangan harus melakukan sinergi dan koordinasi dengan Gapoktan, PERPADI, Distributor dan Perum BULOG agar terwujudnya stabilisasi pasokan dan harga pangan (Komoditas beras) di Jawa Timur.
  2. Memperkuat fungsi BULOG sebagai penyedia cadangan beras Pemerintah (sebagai CBP tidak boleh kurang dari 1,2 ton)
  3. Secara on-farm, peningkatan ketersediaan pasokan dilakukan dengan menggalakkan masa tanam lebih cepat, serap gabah beras petani, penyusunan pola tanam dengan pendekatan teknologi pertanian terpadu, optimalisasi pengamanan produksi
  4. Digitalisasi pemasaran produk pertanian dan mendorong adanya foodstation
  5. Perlu ditingkatkan kerjasama antar daerah
  6. Operasi pasar dilakukan sewaktu-waktu oleh semua Kab/Kota apabila komoditas tertentu mengalami kenaikan harga yang signifikan
  7. Optimalisasi penggunaan BTT untuk subsidi ongkos angkut.

Hadir dalam rakor kali ini sebagai pembicara, Gubernur bersama Forkopimda Jatim, Kepala BPS Provinsi Jatim, Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Ka Divre Bulog Jatim, Wakil Bupati Magetan bersama jajaran Forkopimda Magetan dan seluruh Kepala Daerah beserta Forkopimda se-Jatim
(Prokopim/lio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *